Daftar Film Bernuansa Islami, Wajib Nonton !

Daftar Film Bernuansa Islami, Wajib Nonton ! Ada banyak hal bermanfaat yang bisa Anda lakukan saat menunggu bedug Maghrib, seperti baca-baca buku tentang sejarah Islam, buku-buku mengenai ajaran Islam, tadarus atau bahkan nonton film-film bernuansa Islami. Selama ini cukup banyak film Indonesia yang mengangkat tema Islam, tapi bagaimana dengan film luar negeri?

Pada artikel di bawah ini kami rekomendasikan sepuluh film luar negeri bernuansa Islami yang bisa dijadikan hiburan sekaligus sarana belajar. Anda bisa menonton film tentang peristiwa Perang Salib, penaklukan Konstantinopel hingga sebuah film yang mengangkat citra positif seorang muslim. Penasaran apa saja pilihannya? Simak ulasannya di bawah ini.

1. Children of Heaven

Children-of-Heaven

Film luar negeri bernuansa Islami ini sangat terkenal dan fenomenal. Ia merupakan film Iran yang masuk nominasi Best Foreign Language di ajang Academy Awards 1998. Disutradarai oleh Majid Majidi Children of Heaven bercerita tentang seorang kakak laki-laki yang berusaha mendapatkan sepatu baru untuk adik perempuannya melalui lomba lari. Premisnya cukup sederhana, tapi eksekusinya berhasil membuat banyak penonton terenyuh.

Ali dan Zahra adalah kakak beradik dari keluarga miskin yang tinggal di Teheran Selatan. Suatu hari setelah Ali memperbaiki sepatu Zahra, sepatu itu hilang begitu saja. Tidak ingin membebani keluarga, Ali tidak mengabarkan hal ini pada kedua orangtua. Hasilnya, Ali dan Zahra bergantian ke sekolah menggunakan sepatu yang sama. Hingga suatu hari Ali mengikuti sebuah perlombaan lari untuk mendapatkan hadiah sepatu jika berhasil selesai di peringkat dua. Bisakah Ali melakukannya?

2. My Name Is Khan

My Name Is Khan

My Name Is Khan menjadi salah satu film produksi Bollywood yang mendapat tempat di hati masyarakat dunia. Film ini mendapat banyak ulasan positif di berbagai situs khusus film dan bahkan turut diputar pada ajang Berlin International Film Festival pada 2010 lalu. Jalan cerita My Name Is Khan dibuat berdasarkan peristiwa 11 September yang hingga saat ini masih terus diingat sebagai kejadian tragis dalam kemanusiaan.

Ia berkisah tentang seorang pria muslim yang autis asal India bernama Rizwan Khan (Shah Rukh Khan). Meski terbatas, Rizwan tidak ingin membatasi diri. Dia tumbuh sebagai pria autis yang cerdas. Suatu hari Rizwan bertemu dengan Mandira (Kajol) yang sebelumnya sudah menikah dan memiliki anak bernama Sameer (Arjan Aujla).

Akibat peristiwa 11 September, kehidupan Rizwan dan keluarganya di Amerika yang semula tenang berubah jadi bencana. Sang anak mendapat perlakuan rasis hingga tewas hanya karena nama keluarga yang ada di belakangnya. Rizwan juga dicurigai sebagai teroris hingga dia mendapat perlakuan kasar yang seharusnya tidak diterimanya. Bagaimana kebaikan akan kembali berpihak pada Rizwan dan keluarga?

3. Malcolm X

Malcolm-X

Film luar negeri bernuansa Islami selanjutnya ini merupakan film semi biografi yang mengisahkan hidup seorang aktivis Amerika-Afrika bernama Malcolm X. Anda akan diajak melihat perjalanan hidup seorang Malcolm yang semula dekat dengan dunia kriminal menjadi mualaf yang taat.

Malcolm tumbuh dalam lingkungan yang rentan menjerumuskannya dalam kegelapan. Dia pernah dipenjara sebalam kurang lebih 6 tahun. Selama di dalam penjara dia bertemu dengan Baines (Albert Hall), yaitu seorang anggota Nation of Islam yang mengenalkannya pada Islam. Malcolm pun mulai tertarik dan memutuskan bergabung dengan kelompok itu guna memperjuangkan hak-hak orang kulit hitam.

Suatu hari Malcolm berkesempatan untuk berziarah ke Mekkah. Di sana dia menemukan bahwa Islam tidak membatasi penganutnya berdasarkan warna kulit. Pemahaman yang selama ini dia dapatkan di Nation of Islam ternyata salah. Malcolm lalu memutuskan untuk memisahkan diri dan membentuk organisasi yang lebih mengedepankan toleransi.

4. Wadjda

Wadjda

Wadjda adalah seorang gadis cilik berusia 10 tahun yang sangat ingin memiliki sepeda agar bisa dipakai berpacu dengan temannya Abdullah. Sayang sang ibu menolak untuk membelikannya. Selain karena mahal, bersepeda juga dinilai sebagai sesuatu yang tidak pas untuk dipakai oleh anak perempuan.

Namun, Wadjda adalah gadis yang berani dan pantang menyerah. Dia mencari yang sendiri dengan melakukan banyak hal, termasuk menjual mixtape dan menjual gelang. Suatu hari sekolahnya mengadakan kompetisi membaca Al-Qur’an. Hadiahnya cukup besar dan cukup untuk membeli sepeda. Wadjda pun mengikuti perlombaan tersebut dan berhasil menjadi juara.

Saat ditanya oleh pihak sekolah akan digunakan untuk hadiah yang dia dapat, Wadjda menjawab hadiah itu akan digunakan untuk membeli sepeda. Sejurus kemudian, dia mendapat kabar dari kepala sekolah bahwa hadiah yang diterima Wadjda akan disumbangkan ke Palestina atas namanya. Bersedihkah Wadjda mendengar itu? Apakah Wadjda benar-benar tidak berjodoh dengan sepeda?

5. Le Grand Voyage/The Great Journey

Le Grand Voyage The Great Journey

Film luar negeri bernuansa Islami dari Perancis ini sangat menarik karena ia menjadi film fiksi pertama yang diizinkan untuk merekam atau melakukan proses pengambilan gambar saat ibadah Haji tengah berlangsung. Rilis perdana pada 7 September 2004 lalu, The Great Journey atau Le Grand Voyage sempat diputar di Festival Film Internasional Toronto dan Venesia.

Film ini bercerita tentang hubungan anak dan ayah dari keluarga muslim Maroko yang tinggal di Perancis. Hubungan keduanya sangat kaku, tidak terlalu dekat atau banyak berkomunikasi. Suatu hari sang ayah memutuskan untuk pergi beribadah haji tapi hanya ingin menggunakan jalur darat dengan menaiki mobil dari Perancis hingga Mekkah.

Sang ayah pun meminta Reda, putra bungsunya, untuk mengantar. Hubungan yang kaku antara mereka seperti menemukan babak baru selama di perjalanan. Sang ayah dan anaknya yang berbeda watak kerap berselisih, tapi mereka justru jadi semakin dekat, hingga sesuatu yang memilukan terjadi. Saat menonton film ini harap siapkan tissue ya!

Exit mobile version